Home / BERITA DAERAH / SULTENG / PALU / SPBU Maluku Belum Bayar Pesangon Karyawan Meninggal

SPBU Maluku Belum Bayar Pesangon Karyawan Meninggal

Palu.Logisnews.net-Managemen Perusahaan Pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum (SPBU) yang beralamat di jalan Maluku Kelurahan Lolu Selatan Kota Palu belum membayarkan pesangon kepada Ahli waris almarhum Anshar H Dolla, Karyawan SPBU yang meninggal dunia pada 7 Oktober 2020 lalu. Padahal almarhum Anshar H Dolla telah bekerja selama kurang lebih 19 Tahun dan menduduki jabatan penting diperusahaan yang dipimpin Hj Kiki sekarang ini. Tindakan Perusahaan itu membuka peluang bagi keluarga Almarhum untuk membawa kasusnya ke pengadilan hubungan industrial jika cara kekeluargaan menemui jalan buntu.

Hasil investigasi media www.Logisnews.net mendapatkan data bahwa Perusahaan Pengelola SPBU di jalan Maluku Kota Palu belum membayarkan Uang Pesangon kepada ahli waris almarhum Anshar H Dolla yang meninggal pada 7 Oktober 2020 lalu. Padahal Almarhum telah bekerja selama 19 Tahun dan menempati posisi stategis sebagai unsur pimpinan diperusahaan Keluarga Almarhum H. Rahim Lira.

“Aliha-alih menunggu uang pesangon, malah tagihan utang sebesar Rp 400 juta lebih yang muncul pada istri Almarhum,”ungkap salah seorang warga disekitar SPBU. Sumber yang prihatin dengan keadaan keluarga Almarhum meminta kepada perusahaan untuk menjelaskan asal-usul utang almarhum yang nilainya cukup fantastis Rp 400 juta lebih.

Andri Gulton yang mengaku sebagai penanggung jawab SPBU mengatakan terima kasih sudah mengingatkan Perusahaan akan tanggungjawan dan hak-hak karyawan yang belum terselesaikan. Karena banyaknya karyawan sehingga tidak mudah menyelesaikan persoalan mereka dengan cepat. Namun untuk pesangon almarhum Anshar H Dolla akan tetap menjadi perhatian khusus bagi perusahaan untuk menyelesaikannya.

Sementara Pimpinan SPBU 74.942.08 Maluku, Hj Kiki via Watshaap mengatakan belum membayarkan Pesangon Almarhum karena almarhum juga belum membayar utangnya sebesar Rp 400 juta lebih.” Sementara proses karena masih menunggu pembayaran, dari awal sudah ada pembicaraan penanggung jawab sama istri almarhum,”tulis Hj Kiki dalam keteranganya.

Ditanya soal asal muasal Utang Almarhum sebesar Rp 400 juta lebih, baik Andri Gulton maupun Hj Kiki belum bisa menjelaskan secara rinci.

Penulis: Burhan Jawachir/Logisnews.net

About logisnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *