Home / BERITA DAERAH / SULTENG / PALU / Diduga Pasca Sarjana Untad Buka Program Kelas Jauh

Diduga Pasca Sarjana Untad Buka Program Kelas Jauh

Palu.Logisnews.net-Ancaman Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan Tinggi untuk membekukan program studi (Prodi) yang membuka program kelas jauh, ternyata diduga tidak membuat pengelola Prodi M.AP Untad Palu berhenti melakukan perkuliahan dan bimbingan studi S2 di luar daerah. Akibatnya sejumlah Tenaga Dosen bergelar Doktor dan Profesor menghawatirkan akan kwalitas Mahasiswa dan kredibilitas Program Magister Untad di mata Masyarakat dan Pemerintah.

Seperti yang diduga dilakukan oleh Oknum Pengelola Progran Studi M.Ap Pasca Sarjana Untad Palu yang melakukan perkuliahan di Pasangkayu Kabupaten Pangkayu (Dulu Mamuju Utara-red) Sulawesi Barat beberapa waktu lalu. Diduga ada sedikitnya 21 Mahasiswa  S2 Program M.AP menerima Perkuliahan dan Bimbingan Tesis di Pasangkayu.

Anehnya kegiatan mereka diduga tidak sepengetahuan dengan Pimpinan Fakultas sebagai pembina dan penanggungjawab program tersebut. Apalagi perkuliahan kelas jauh telah dilarang oleh Kementerian Pendidikan Tinggi Cq Dirjen Dikti Nomor : 595/DS.1/T/2007 tertanggal 27 Februari 2007. Surat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor : 1506/D/T/2005 tertanggal 16 Mei 2006 Perihal Keabsahan Gelar  dan Permen Dikti Nomor: 2630/D/T/ 1997 tertanggal 21 Oktober 1997 perihal larangan kelas jauh serta aturan Kemendikti lainnya.

Sumber www.Logisnews.net di Pasangkayu mengakui adanya beberapa tenaga Pengajar dari Untad Palu diantaranya Doktor Ac dan beberapa tenaga pengajar lainnya melakukan pembelajaran/perkuliahan tatap muka dan ada 14 Mahasiswa yang mendapatkan Bimbingan Tesis walaupun diduga belum ada penetapan siapa Pembimbing mereka yang sudah di SK kan oleh Penanggungjawab program studi M.AP atau yang berkepentingañ lainnya. Kemudian oknum Dosen yang diduga mendapat imbalan jasa dari pengelola/koordinator Mahasiswa sebesar Rp 4.500.000 per Dosen.

Pengelola Program Pasca Sarjana studi M.AP Untad Dr Abu Caiya yang dikonfirmasi via Watshaap belum memberikan jawaban atas sejumlah pertanyaan yang diajukan redaksi Logisnews.net hingga berita ini ditayangkan.

Sementara Dekan FISIP Untad Prof Dr Muhammad Khail S.Ag M.Si pada media ini mengatakan tidak tahu menahu kalau ada perkuliahan atau bimbingan Mahasiswa di Pasangkayu Sulawesi Barat. Jika benar dugaan itu, maka tentu pihaknya selaku penanggungjawab kegiatan akademi di FISIP termasuk Program Pasca Sarjana studi M.AP akan mengambil tindakan, setelah melakukan koordinasi dengan Rektor Untad Prof Dr Mahfudz MP.

Termasuk kata Prof Khairil jika ada pembayaran Mahasiswa diluar dari nilai yang sudah ditentukan oleh Universitas, maka akan ditindak. Tentang bagaimana sanksinya akan tergantung pada pelanggaran yang mereka telah perbuat.

Olehnya lanjut Prof Khairil pihak-pihak yang merasa dirugikan atau elemen masyarakat yang mengetahui pasti kegiatan perkuliahan dan Bimbingan Mahasiswa S2 di Pasangkayu agar membantu dengan melaporkan kegiatan itu ke Dekan FISIP Untuk untuk ditindalanjuti.

Penulis : Burhan Jawachir/Logisnews.net

About logisnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *