Home / PARIMO / PETI Kayuboko Tutup Aliran Sungai, 3 Desa Terancam Tertimbun Lumpur

PETI Kayuboko Tutup Aliran Sungai, 3 Desa Terancam Tertimbun Lumpur

Parigi.Logisnews.net-Sudah Tidak Memiliki izin, serampangan pula mengelola sumber daya Alam (SDA)  berupa emas yang terdapat di pegunungan Kayuboko Kecamatan Patigi Selatan Kabupaten Parìmo. Itulah yang terjadi di Desa Kayuboko. Dimana sekarang ini terdapat tiga talang jumbo  (tempat pemisahan tanah berlumpur dengan bijian emas) yang beroprasi siang dan malam bersama dengan puluhan penambang lainnya yang menggunakan alat dongpeng. Akibatnya sungai terancam mengering dan material lumpur meluber ke sungai, bahkan nyaris menimbung aliran Sungai. Bahkan talang jumbo yang berada dibawah bendungan sudah menutup full alirang sungai.

Kondisi ini sangat mengerikan sebab mengancam Pertanian dan kehidupan penduduk. Jika sabang hari hujan deras, maka sudah pasti akan sungai akan meluap kepemukiman warga Kayuboko dan banjir dan penerjang persawahan terlebih lagi pemukiman Penduduk di Desa Kayuboko, Desa Olaya dan desa Pombolowo Kecamatan Parigi Selatan Kabupaten Parimo.

Tim Investigasi Media Logis/Logisnews.net bersama LSM Lingkungan dari Jakarta menemukan kerusakan lingkungan yang cukup parah, khususnya di pegunungan Kayuboko dan desa Airpanas akibat aktifitas Pertambangzn Emas Tanpa Izin (PETI). Air Sungai yang masuk ke jaringan irigasi sudah tercemar dengan limbah tambang sehimgga air menjadi keruh. Terlebih lagi adanya ditemukan aktifitas PETI yang membangun Talang Jumbo dan menutup aliran Sungai. “Pasokan air kepersawahan sudah berkurang hingga bisa mengakibatkan gagal panen,”ungkap Petani yang ditemui di desa Olaya.

Kondisi itu terus diperparah akibat Pemkab Parigi Moutong terkesan melakukan pembiaran kerusakan lingkungan di daerahnya. Dinas Lingkungan Hidup Parimo tidak mampu berbuat apa-apa, terkecuali diam aeribu bahasa menyaksikan kerusakan lingkungan di daerahnya.

Lebih parah lagi, aparat kepolisian seakan dipertontongkan pelaggaran undang-undang Nomor : 32 Tahun 2009 Tentang Perlinduñgan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan UU No: 3 Tahun 2020 Tentang Minerba.

Kapolres Parimo AKBP Andi Batara yang dikonfirmasi via Watshapp pekan lalu Sabtu (2/1) belum memberikan tanggapan atas konfirmasi wartawan hingga berita ini diaplot.

Penulis : TIM

About logisnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *