Home / BERITA DAERAH / SULTENG / PALU / Sengkarut Masalah Koperasi Avia Jaya Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu

Sengkarut Masalah Koperasi Avia Jaya Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu

Palu.Logisnews.net-7 tahun silang Koperasi Karyawan Badara Mutiara Sis Aljufrie Palu Sulteng, Avia Jaya dialihkan Kepengurusannya ke Rasud Muhamad, SH dalam status sebagai pelaksana tugas dengan salah satu tugas pokok mengantar organisasi terbentuknya kepengurusan (Ketua-red) definitif. Namun berbagai macam kendala mulai dari penataan managemen organisasi, bencana alam berupa gempa, likuifaksi dan sunami, hingga pada pandemik Civid 19 membuat sebahagian besar pemikiran dan tenaga para Managemen Koperasi terfokus pada pekerjaan utama sebagai Karyawan Bandara Mutiara, sehingga Rapat Anggota Tahunan (RAT) baru bisa dilaksanakan pada awal tahun 2020 ini.
Rasud Muhamad, SH pada Media Logisnews.net mengatakan mandat sebagai Plt Ketua Koperasi diterima atas kepercayaan anggota dan terhusus Kepala Bandara saat itu, dengan sebuah catatan bahwa dirinya bukan ahli dibidang Koperasi, sehingga membutuhkan masukan dan bimbingan setiap saat oleh anggota, termasuk para Dewan Pengawas (Dewas).


Tahun Pertama kata Rasud dilakukan pertemuan dengan para anggota, banyak catatan yang diterima demi perbaikan Koperasi Avia Jaya kedepan. Masukan itu termasuk membayarkan sisa hasil usaha (SHU) kepada anggota, namun saat itu disepakati dengan Dewas kalau SHU dijadikan tambahan modal Koperasi.”Sebagian besar anggota setuju namun ada jyga yang tidak setuju. Seperti itulah dunamika organisasi,”tandas Rasud.
Koperasì Avia Jaya kata Rasud mempunyai usaha Simpan Pinjam, pendapatan iuran Kantin dan Karcin parkir Motor. Selain itu koperasi Avia Jaya yang memiliki SBU sehingga bisa mengerjakan paket-paket penunjukan dilingkup Bandara. Sehingga dilakukan pemberdayaan anggota, melakukan kegiatan proyek setelah jam kerja selesai. Selain itu kontraktor yang mengerjakan proyek sering kali minta bantuan agar Karyawan bandara yang juga Anggota Kopersi ikut melakukan pengawan sekalian bekerja atau paling tidak membimbing para pekerja dilapangan.”Kalau dengan cara dan sistem seperti itu khan tidak ada yang melanggar,”ujar Easud.

Kemudian ditanya soal mutu cat yang digunakan, Rasud mengatakan bahan-bahan yang digunakan, termasuk material cat ranway, juga sesuai aturan. Sebab ada pemeriksa dari otorita Bandara sultan hasanuddin makassar. Kalau tidak sesuai, maka sudah pasti ditolak dan menjadi temuan,”tegasnya.
Selain itu dana Koperasi banyak yang dipinjam oleh Anggota dan kebanyakan sulit mengembalikan sekaligus. Makanya biar sudah bukan Ketua Koperasi, dirinya masih punya tanggungjawab menagih anggota yang belum melunasi pinjamannya.”Ada yang sudah pensiun dan utang koperasinya belum terbayar, sehingga mereka harus mengansur,”tegas Rasud.
Penulis : Burhan Jawachir

About logisnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *