Home / BERITA DAERAH / SULTENG / LPKN-RI Dorong Proyek Preservasi PT TMJ Masuk Ke APH

LPKN-RI Dorong Proyek Preservasi PT TMJ Masuk Ke APH

Poso.Logisnews.net – Berita Proyek Preservasi PT Tunggal Maju Jaya (TMJ) yang dilansir Media beberapa hari lalu, ternyata menimbulkan berbagai macam tanggapan dari masyarakat, terhusus penggiat akti korupsi dan pemerhati jasa Konstruksi. Pasalnya dari data yang disajikan oleh sumber informasi melalui infestigasi lapangan, maka dapat diyakini ada indikasi dugaan proyek yang berbandrol Rp 21.302.542.000 menggunakan matrial bermutu rendah atau karena pengaruh cuaca ekstrim. Sebab proyek yang dikerjakan PT Tunggal Maju Jaya (PT TMJ) belum genap usianya 1 tahun sudah mengalami kerusakan yang cukup parah dibeberapa ruas yang telah dipreservasi 2019 lalu. Agar tidak berpolemik, Lembaga Pemerhati Khusus Nasional Republik Indonesia (LPKN-RI) akan membawa proyek yang kini melekat di PJN Wilayah 2 BPJN Sulteng ke Aparat Penegak Hukum (APH) dalam waktu dekat ini.


Presiden Eksekutif LPKN-RI, Egar Mahesa. SH mengatakan ada dua substansi yang kami bisa amati dari proyek preservasi ruas Toyado-Tentena-Taripa Kabupaten Poso yang selesai dikerjakan PT Tunggal Mandiri Jaya (TMJ) Tahun Anggaran 2019/2020 lalu. Pertama kata Egar Mahesa, proyek sudah mengalami kerusakan yang cukup parah. Kedua diduga belum ada perbaikan/pemeliharaan padahal proyek yang dubiayai APBN 2019 masih dalam masa Pemeliharaan. Atau boleh jadi kata Egar yang juga unsur Pimpinan Pengurus Wilayah Partai Amanah Nasional (PAN) Sulteng proyek diduga dikerjakan tidak sesuai dengan RAB atau Spesifikasi tehnik yang dipersyaratkan.” Ini semua bisa terungkap terang menderang jika Aparat Penegak Hukum yang bergerak melakuka penyelidikan/penyidikan,”ungkap Egar.
Olehnya itu lanjut Egar pihaknya sedang melakukan full data dan paling lambat awal September 2020 sudah masuk laporannya ke Aparat Penegak Hukum (APH), tentu secara berjenjang Kajari Poso tembusan Kejati Sulteng dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta.”Kami tau setiap yang terlapor akan melakukan pembelaan, makanya LPKN-RI bersama dengan mitra kerja akan terus melakukan pemantauan, hingga kasusnya memiliki status yang jelas,”tandar Egar.
Penulis : Burhan Jawachir/Logisnews.net

About logisnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *