Home / BERITA DAERAH / SULTENG / PALU / PWI dan LBH Sulteng Sikapi Laporan Moch Sholeh

PWI dan LBH Sulteng Sikapi Laporan Moch Sholeh

Palu-Munculnya surat pemanggilan Sahrul alias Heru oleh Direktur Krismsus Polda Sulteng tertanggal 29 April 2020 untuk dimintai keterangan sebagai saksi dalam tindak pidana pelanggaran undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 perubahan atas undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi Elektronik yang dilaporkan saudara Moch Sholeh, disikapi oleh Pengurus Provinsi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Tengah dan Lembaga Bantuan Hukum Sulteng (LBH Sulteng).
Ketua PWI Sulteng Mahmud Matangara, SH. MM menilai pemanggilan saudara Sahrul oleh penyidik Dirkrimsus Polda Sulteng adalah adalah tidak tepat dan sumir. Sebab dugaan awal berdasar dari chat antara saudara Syahrul alias Heru dengan saudara Moch Sholeh dalam group whatsap Mitra Polres Palu.

PWI menilai chat tersebut merupakan bagian dari tugas jurnalistik dalam mencari informasi, seperti yang diatur dalam pasal 1 ayat (1) jo Pasal 8 undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Olehnya lanjut Mahmud, PWI Sulteng meminta agar dugaan kasus yang dilaporkan Moch Saleh yang kesehariannya sebagai Kapolres Palu diadukan sebagai sengketa Jurnalistik, seperti yang diatur dalam undang-undang Pers.
Itulah yang mendasari sehingga PWI Sulteng secara kelembagaan meminta kepada Penyidik Reskrimsus Polda Sulteng yang dikomandani Kombes Pol Eko Sulistyo Basuki, S.Ik. SH. MH membatalkan pemeriksaan Sahrul yang telah dijadwal pada Senin (4/5).


Sementara LBH Sulteng menilai ada hal ganjal dalam surat pemanggilan Saudara Sahrul alias Heru. Dimana tidak jelas saksi sipersangkakan apa ?. Hanya disebutkan pelanggaran UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi elektronik. Masa satu undang-undang dilanggar semua ?
Sehingga LBH Sulteng menilai ada upaya dari pelapor membungkam saudara Syahrul dari apa yang diberitakan dalam media Portal Sulawesi.com. Pasalnya pemberitaan Portal Sulawesi soal penggerebekan sabung ayam benar adanya, bukan hoax. Apalagi terlapor memiliki bukti audio visual dan keterangan saksi. Sehingga wajar Sahrul mempertanyakan sejauh mana penyidikan yang dilalukan Polres Palu dan Polres Palu harus trasparan soal penanganan kasus, seperti instruksi Kapolri Jenderal Drs Idham Azis, M.Si.
LBH Sulteng mengaku telah ditemui oleh beberapa oknum Polisi dan memintanya agar kasus Syahrul dengan Moch Sholeh diselesaikan dengan kekeluargaan, namun LBH Sulteng menyerahkan sepenuhnya pada Syahrul. Ini bukan kali pertama LBH Sulteng berhadapan dengan Moch Saleh, tapi sebelumnya sudah pernah, saat Moch Sholeh menjabat Kapolres Banggai.
Penulis : Burhan Jawachir

About logisnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *