Home / BERITA DAERAH / SULTENG / TOLITOLI / PT Latebbe Putra Group Lakukan Penghamparan Aspal Disaat Hujan Lebat

PT Latebbe Putra Group Lakukan Penghamparan Aspal Disaat Hujan Lebat

Tolitoli.Logisnews.net-Metode kerja kontraktor yang melakukan pengaspalan disaat hujan lebat adalah perbuatan yang tercelah, sebab dapat mengurangi kwalitas hasil pekerjaan. Tapi metode kerja itulah yang diduga dilakukan oleh kontraktor yang mengerjakan preserfasi ruas Malala-Ogotua-Ogoamas hingga Tonggolobibi. Kontraktor yang bernaun dibawah Bendera PT Latebbe Putra Group diduga kuat melakukan penghamparan Aspal disaat hujan deras. Akibatnya kwalitas hasil pekerjaan diduga sangat rendah, terbukti dilokasi pekerjaan ditemukan aspal terkelupas dan bergelombang.
Sayangnya pihak pengawas dan PPK serta Satker tidak mengambil tindakan tegas atas ulah kontraktor itu. Sehingga diduga kuat ada persekongkolan diantara mereka yang dapat menyebabkan terjadinya kerugian negara.
Selain itu PT Latebbe Putra Group (LPG), Perusahaan asal Makassar Sulawesi Selatan, tepatnya jalan Tidung 9 Nomor 142 Perumnas Makassar, diduga kuat menggunakan sebahagian besar peralatan sewa dan dukungan material yang tidak sesuai dengan dokumen kontrak yang dimasukkan PT LPG saat mengikuti proses tender.
Akademisi Universitas Su¬matera Utara mengatakan re¬kanan yang melakukan peng¬aspalan jalan pada saat turun hujan, melanggar ketentuan perjanjian pengerjaan proyek dengan pemerintah kabupaten/kota dan merugikan keuangan negara serta dapat dipidana.
“Pekerjaan yang dilakukan pemborong maupun pengusaha yang dipercayakan pemerintah memperbaiki jalan yang rusak itu, jelas melanggar kontrak yang telah disepakati dan ditanda tangani,” kata Dosen Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) Dr Pedastaren Tarigan SH di Medan, Rabu lalu.


Karena pekerjaan peng¬as¬palan jalan tersebut merugikan negara, menurut dia, maka peng¬usaha tersebut dapat dijerat melanggar Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
“Perbuatan yang dilakukan pemborong yang mengerjakan jalan secara sembarangan itu, tidak boleh dibiarkan dan harus diproses secara hukum. Ini adalah sanksi bagi pelanggar hukum dan untuk membuat efek jera,” ujar Pedastaren seperti yang dikutip dari Jurnal Asia.
Dia menjelaskan, prosedur kerja pengaspalan jalan di¬lakukan ketika hujan turun adalah tidak benar dan sangat bertentangan dengan peraturan yang berlaku. Bahkan, dalam pengerjaan proyek apapun, dilarang dikerjakan saat hujan turun dan harus dihentikan. Hal ini adalah untuk kebaikan, sehingga pengerjaan proyek milik pemerintah itu, tidak sia-sia atau mudah rusak.
Selain itu, pengaspalan jalan tidak mudah terkelupas dan dapat tahan lama, seperti yang diharapkan masyarakat.
Sementara pihak PT LPG melalui Faisal dinomor 082292734xxx dan 085342984xxx belum mendapatkan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.
Demikian juga Kepala Satuan Kerja ( Ka. Satker ) Wilayah 1, Irfan mengatakan untuk peralatan PT LPG lengkap.”Peralatan, Alhamdulillah lengkap,”tulis Irfan via WA. Demikian juga soal tenaga atau personil Irfan menyebut memenuhi.
Penulis : Burhan Jawachir

About logisnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *