Home / BERITA DAERAH / SULTENG / DONGGALA / Sudah Ujian Nasional, Empat Murid SD Disuruh Masuk Kelas V Kembali. Ini Penyebabnya
HARI PERTAMA MASUK SEKOLAH SURABAYA

Sudah Ujian Nasional, Empat Murid SD Disuruh Masuk Kelas V Kembali. Ini Penyebabnya


Donggala.Logisnews.net- Empat siswa Sekolah Dasar Negeri 7 Desa Lombonga, Kecamatan Balaesang, apes, gegara sudah diikutkan ujian Nasional beberapa waktu lalu, namun kelulusan mereka dianulir kembali oleh pihak sekolah.
Ijal salah seorang wali murid mengaku, akibat dari kejadian itu, anaknya malu untuk bersekolah, karena harus kembali ke kelas lima.
Kisahnya begini, keempat siswa ini oleh Kepala sekolahnya membujuk agar mereka ikut ujian nasional saja. Sebab pasca gempa 28 September lalu, ada empat siswa kelas VI, telah memilih ikut keluarga mereka ke pulau Kalimantan, dan dipastikan telah pindah sekolah.
Oleh sebab itu, jelas Ijal, inisiatif dari Kepsek di SDN 7 Balaessng, keempat siswa yang masih dibangku kelas V, dibujuk untuk mengikuti ujian untuk menggantikan siswa yang dinyatakan pindah tersebut.
Alhasil keempat siswa SD ini akhirnya mengikuti ujian nasional, dan pada saat pengumuman kelusan keempatnya dinyatakan lulus, seiring sekolah tersebut dinyatakan lulus seratus persen.
Keempatnya lanjut Ijal, mengurus pengisian formulir untuk masuk sekolah tingkat pertama atau SMP. Saat ingin meminta surat keterangan kelulusan mereka mendatangi rumah kepsek, namun apa hendak dikata, secara spontan Kasman yang juga Kepsek di SDN 7 Balaesang Desa Lombonga, menjelaskan bahwa keempatnya dinyatakan tidak lulus sekolah.
” Inilah awal kekesalan dan kekecewaan kami sebagai orang tua, yang berdampak kepada mental serta psikologis anak kami,” cetusnya kesal.
Karena merasa dirugikan dan dibuli oleh Kepsek, dia berinisiasi melaporkan hal ini kepihak berwajib, dalam hal ini Kepolisian Resor Donggala. Bukan diterima aduanya, pihak pelapor justru diarahkan untuk mengadukan dulu ini kepihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Ijal pun akhirnya ke Dinas.
Setelah dua pekan sudah aduanya ke dinas pendidikan tak kunjung direspon.
” Sudah dua minggu saya lapor ke dinas dan belum juga ada respon, saya akan melaporkan saja kasus ini ke Polda Sulteng,” ancam Ijal.
Hingga kini nasib keempatnya masih terkatung katung sementara, hasil kelulusan seratus persen tersebut masih menjadi tanya besar bagi orang tua yang anaknya menjadi korban yang diduga joki.
Penulis : Zubair Yacub
Editor : Burhan Jawachit

About logisnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *