Home / BERITA NASIONAL / Ngeri, Bocah 10 Tahun Asal Pati Ini Dibakar oleh Temannya dengan Spirtus dan Pertalite

Ngeri, Bocah 10 Tahun Asal Pati Ini Dibakar oleh Temannya dengan Spirtus dan Pertalite

Semarang.Logisnews.net – Sungguh tragis nasib yang dialami bocah berumur 10 tahun ini setelah menjadi korban pembakaran rekan mainnya sendiri.
Nasib malang ini dialami Muhamad Khoirul Muhaimin (10) warga Desa Karangrejo RT 4 RW 1 Kecamatan Pucakwangi, Pati Jawa Tengah.
Bocah kelas 4 SD tersebut harus merayakan Lebaran di RSUP Kariadi akibat menderita luka bakar di seluruh muka dan beberapa bagian tubuhnya.
Irul, sapaan akrabnya, mengalami luka bakar setelah dibakar oleh temannya sendiri yang berusia 10 tahun pada Selasa (4/6) lalu.

Ia disiram dengan spirtus dan campuran pertalite saat sedang bermain bersama.
“Selasa siang sekitar jam dua, dia pulang sudah dengan keadaan terbakar sambil teriak panas.
Gak betah aku buk, panas,” ujar Khusna (39) ibu dari Irul saat ditemui, Rabu (12/6).

Khusna menceritakan jika paginya sang anak sedang mengelap toples untuk lebaran bersama sang kakak.
Lalu ia dipanggil pelaku dan diajak bermain bersama seorang temannya lagi.
Irul sempat pulang lalu pergi lagi.
Tepat pukul 14.00 WIB ia pulang dengan kondisi muka terbakar.
Khusna dan sang suami, Masruin kemudian membawa Irul ke Rumah Sakit Budi Agung Juwana.
Namun pihak rumah sakit menyarankan ke RSUD Soewondo Pati.

Karena luka bakar parah, akhirnya langsung dirujuk ke RSUP Kariyadi.
“Saya tidak tahu kenapa seperti itu, katanya dendam.
Tapi tidak tahu dendam karena apa,” lanjut Khusna.
Irul mengalami luka bakar yang cukup parah di bagian wajah dan sebagian badannya.
Ia selesai dioperasi dan saat ini masih kritis di ruang ICU khusus anak-anak.
Khusna berharap anaknya bisa sembuh dan kembali seperti semula.
Khusna sendiri bekerja sebagai petani dan suaminya bekerja sebagai kuli bangunan.
Sumber : TRIBUNJATENG.COM
Editor : Burhan Jawachir

About logisnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *