Home / PARIGI / Irigasi  Lambunu Ikon Primadona di Sulteng

Irigasi  Lambunu Ikon Primadona di Sulteng

Laporan Wartawan Logisnews.net: Kias

Pembangunan daerah irigasi (D.I) Lambunu termasuk Irigasi berskala Nasional yang terus mendapat perhatian. Bahkan infrastruktur ini  menjadi program utama Pemerintah Pusat. Output-nya Petani akan merasakan manfaat khususnya masyarakat Petani Lambunu dan sekitarnya.

Sektor Pertanian menjadi salah satu andalah program Pemerintah untuk swasembada beras, sehingga  Irigasi menjadi  program prioritas di kementerian pekerjaan umum melalui direktorat jenderal  (Dirjen) Sumber daya air (SDA) pusat.

Dengan telah dibangunnya  irigasi lambunu, kegundahan masyarakat selama ini akhrinya.  Apalagi pembangunan dan pemeliharaan irigasi baik itu saluran primer maupun saluran sekunder saat ini telah menjadi  ikon primadona di Sulteng. Irigasi ini merupakan salah satu dari empat pekerjaan multi years contract (MYC) yang melekat di Balai Wilayah Sungai Sulawesi (BWSS) III.

Sejak jaman dahulu manusia sudah memulai untuk memakai dan mengembangkan sistem irigasi agar dapat mempermudah dalam pengairan lahan pertanian maupun perkebun. Kondis ini didukung dengan dekatnya wilayah yang kaya akan air atau daerah yang beriklim dengan curah hujan yang tinggi.

Perlu diketahui pekerjaan irigasi  yang dikerjakan oleh PT. Adhi Karya (persero) dengan nilai kontrak Rp 141 Miliar, melalui mata anggaran pendapatan belanja negara (APBN) 2017. Dengan durasi pekerjaan selama tiga tahun dengan nama paket rehablitasi jaringan irigasi D.I Lambunu MYC Kabupaten Parigi Moutong Propinsi Sulawesi Tengah.

Menurut Ketut Sudana, bahwa pekerjaan ini pastinya akan membawa dampak positif bagi petani itu sendiri. Sebab  saluran irigasi Lambunu telah selesai dikerjakan,  maka hasil pertanian pun akan melonjak setiap kali musim panen. “Saya  yakin kedepan pertanian di Lambunu akan menjadi ikon primadona di Sulawesi Tengah khususnya kabupaten  Parigi mouton,”tuturnya.

Bahkan menurut  salah satu tokoh pemuda  Lambunu Mas’ud, sebagai warga pihaknya  sangat berterimakasih kepada SNVT pelaksanaan jaringan pemanfaatan air WS Palu-Lariang, WS Parigi-Poso, WS Kaluku-Karama provinsi Sulawesi Tengah melalui PPK irigasi dan Rawa 2 yang telah berusaha keras untuk memperbaiki irigasi di wilayah ini,  karena tanpa campur tangan dari satuan kerja balai wilayah sungai Sulawesi (BWSS) III, daerah irigasi Lambunu bukanlah apa-apa. “ Sudah sepatutnya diberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah yang peduli terhadap petani ini,” kata Mas’ud.

Sementara ditambahkan Hanif,  bahwa proyek yang dikerja sejak   tahun  2017 telah  terealisasi 65 persen,  per bulan Januari 2019, sehingga masih ada 35 persen pekerjaan belum terealisasi.  “ Insya Allah akan kami selesaikan sampai batas waktu yang ditentukan,”pungkasnya.

Editor: Burhan Jawachir

About logisnews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *